Kedai Jasmerah dan Penggalan Sejarah Republik yang Hilang

12 Oktober 2018 18:35
Kedai Jasmerah dan Penggalan Sejarah Republik yang Hilang Kedai Jasmerah via VisitLumajang/dna

Mungkin sudah banyak dari kita yang sering mendengar istilah Jasmerah yang artinya Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah. Semboyan ini merupakan salah satu semboyan yang dikenalkan oleh Bung Karno, Presiden Pertama RI.

Dikutip dari Wikipedia, semboyan Jasmerah ini kali pertama diucapkan Soekarno dalam pidatonya yang terakhir pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1966.

Berbekal semangat untuk mengenalkan sejarah RI, Kiki, seorang pemuda di Desa Selokbesuki, Kecamatan Sukodono membuka sebuah kedai kopi sederhana, dengan memanfaatkan rumah keluarganya yang sering dipakai berkumpul bersama rekan-rekannya.

Kedai Jasmerah dibuka pertama kali tanggal 8 September 2018. Konsep yang ingin ditekankan Jasmerah adalah mengenalkan sejarah negara Indonesia, terutama yang tidak diajarkan di pendidikan pada umumnya.

Edukasi yang diajarkan lewat konsep kedai kopi ini dapat dengan mudah kita temui, dari puluhan gambar ilustrasi tokoh pahlawan di dinding kedai. Beberapa di antaranya Tan Malaka, Soe Hok Gie, Gus Dur, Wiji Thukul, Marsinah, Munir sampai Salim/Kancil.

Dnadyaksa Tirtapavitra 1791
#Ngopi #Sukodono #Pelajar & Mahasiswa #Kopi #Buku & Literasi #Njagong Film #Perpus Jalanan Lumajang #Sejarah #Forum Diskusi #Kedai Jasmerah

© 2018 visitlumajang.com