Catatan Hari Puisi Indonesia: Puisi Sebagai Alat Pemersatu dan Toleransi

7 Oktober 2018 17:41 Media Partner
Catatan Hari Puisi Indonesia: Puisi Sebagai Alat Pemersatu dan Toleransi Hari Puisi Indonesia di Banjarmasin via @kartiniayuwa

Puisi Sebagai Alat Pemersatu

Yang sebelumnya adalah perkenalan para peserta yang hadir luar kota Banjarmasin. Di mana Lumajang sebagai salah satu pesertanya menghadirkan Kartini Ayu Wahyuningsih.

Peringatan HPI di Banjarmasin kali ini bertemakan Puisi Sebagai Alat Pemersatu dan Toleransi.

Pun seperti halnya pesan yang disampaikan oleh penyair nasional Sutardji Calzoum Bachri, "Bahwa menjadi penyair bukan lantas menjadi sombong, melainkan semakin rendah hati."

Hari kedua HPI, acara dipusatkan di Aula Rektorat Universitas Lambung Mangkurat dengan diskusi puisi oleh enam pembicara dari Maroko, Sumenep, Singkawang Kalbar, Universitas Sumatera Utara Medan, dan Universitas Brunei Darussalam.

Pada malam tersebut, acara akan diteruskan Parade Puisi oleh beberapa sastrawan/penyair Indonesia dan luar Indonesia bertempat di Menara Pandang tepi sungai Martapura Banjarmasin.

Kartini Ayu W. 608
#Nasional #Media Partner #Gatra Semeru #Internasional #Sastra Lumajang

© 2018 visitlumajang.com