Kisah Penjahit Sepatu Legendaris di Lumajang Yang Eksis Sejak Awal Masa Kemerdekaan RI, Panen Cuan di Momen Agustusan

Lapak penjahit sepatu Nanik dan Gombloh (26/08). Foto: Visit Lumajang

Momen HUT Kemerdekaan RI selalu membawa berkah bagi pelaku usaha, dengan beragam kegiatan yang digelar pemerintah maupun warga.

Mulai penjual bendera dan pernak-pernik bernuansa bendera merah putih, persewaan kostum karnaval, sound system, sampai UMKM kuliner yang rame diserbu di beberapa event Agustusan.

Lapak penjahit sepatu juga turut merasakan momen rezeki momen HUT Kemerdekaan RI ke-81 tahun ini. Salah satunya lapak penjahit sepatu di pertigaan Jln. Dr. Sutomo, Tompokersan, Lumajang.

Diakui Nanik dan Gombloh, sepasang suami istri penjahit sepatu ini, momen Agustusan seperti ini banyak warga yang menjahitkan sepatunya.

"Ya biasanya ada yang dipakai untuk upacara, karnaval, sampai untuk lomba baris-berbaris, biasanya sepatu lama yang takut solnya rusak atau lepas, dijahit biar kuat," ungkap Nanik, Rabu 26 Agustus 2026.

Tak sedikit pula yang menjahitkan sepatu yang masih baru untuk dipakai saat kegiatan Agustusan, sekedar berjaga-jaga agar sepatu lebih kuat dipakai.

"Kalau berapa tahun lalu malah pernah dapat order menjahit 90-an sepatu baru untuk dipakai pasukan pengibar bendera," imbuhnya saat ditemui di lapaknya.