Kisah Penjahit Sepatu Legendaris di Lumajang Yang Eksis Sejak Awal Masa Kemerdekaan RI, Panen Cuan di Momen Agustusan

Lapak penjahit sepatu Nanik dan Gombloh (26/08). Foto: Visit Lumajang

Usaha Penjahit Sepatu Rintisan Orangtua, Sejak Tahun 1946

Uniknya, lapak penjahit sepatu Nanik dan Gombloh ini sudah ada sejak sekira tahun 1946, yang awalnya adalah usaha jahit sepatu milik orangtua.

"Kalau orangtua dulu asalnya Magetan, sekira tahun 1946 pindah ke Lumajang, buka usaha jahit sepatu di depan itu mas, yang sekarang jadi Planet Ban itu," kisah Nanik.

Sampai puluhan tahun setelahnya lapak jahit sepatu itu pindah ke seberang jalan, ke lapak sederhana sekarang yang berdiri di atas trotoar.

Nanik sendiri sejak kecil sudah biasa membantu usaha orangtuanya menjahit sepatu, sampai lulus SMP dirinya mulai membantu meneruskan usaha ini.

Dalam keterbatasan fisik karena kakinya yang diamputasi akibat diabetes, Nanik terus melakoni usaha ini bersama sang suami, Gombloh, pria asal Sidoarjo.

Mereka bahkan membuka warung kecil-kecilan, tepat di samping lapak jahit sepatu, sekedar melayani orang yang ingin ngopi atau minum teh.

"Jangan ditanya kalau ada sepatu yang nggak diambil pemiliknya, itu numpuk di belakang kadang beberapa bulan sekali kami buang. Kalau bukanya kami tiap hari jam 7 pagi sampai jam 4 sore, nggak pernah libur," tandasnya ramah.