Bakorwil Malang Perkuat Pembangunan Kewilayahan Berkelanjutan melalui Sinergi Green Forestry dan Green Economy
Kepala Bakorwil Malang, Asep Kusdinar saat webinar (25/05). Foto: IstimewaIsu Strategis Kewilayahan Bakorwil Malang
Ia menjelaskan, sejumlah isu strategis kewilayahan yang menjadi perhatian Bakorwil Malang meliputi penguatan reformasi kehutanan dan pelestarian lingkungan.
Bakorwil juga mencermati isu pengelolaan sampah regional dan pengendalian pencemaran lingkungan, pengembangan green economy berbasis UMKM, serta penguatan sinergi kewilayahan dan stabilitas ekonomi daerah.
Sebagai langkah konkret, Bakorwil Malang telah memfasilitasi berbagai program strategis, di antaranya Workshop Reformasi Kehutanan Menuju Indonesia Emas 2045, penguatan forum kebijakan subsektor kehutanan berbasis data dan keberlanjutan lingkungan, fasilitasi percepatan pengembangan TPA/TPST Regional Blitar Raya, serta pendampingan sertifikasi halal bagi 100 UMKM di Malang Raya.
Selain itu, Bakorwil Malang juga aktif melaksanakan koordinasi dan fasilitasi penyusunan Kesepakatan Bersama (KSB), Perjanjian Kerja Sama (PKS), penanganan kebencanaan kawasan Bromo Tengger Semeru, sinkronisasi batas wilayah, hingga fasilitasi penyelesaian konflik pengelolaan destinasi wisata Tumpak Sewu antara Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.
Dalam mendukung penguatan ekonomi hijau dan kepedulian lingkungan, Bakorwil Malang turut menyelenggarakan Lomba Inovasi Blue Green Pengelolaan Lingkungan Hidup se-Wilker Bakorwil Malang yang diikuti 110 peserta, serta mendorong pengembangan ekonomi hijau melalui program VESTAWIL.ID.
Asep menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan kewilayahan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga masyarakat.
"Penguatan sinergi antar wilayah dan lintas sektor menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang adaptif, berdaya saing, dan berwawasan lingkungan sehingga tercipta keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian kehutanan, dan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
