BALOS 2026 Perkuat Promosi Batik Lumajang sebagai Produk Unggulan Daerah
Batik Lumajang on The Street 2026 (10/10). Foto: Visit LumajangPengembangan UMKM Batik Lumajang
Ia juga menekankan bahwa pelestarian budaya perlu didukung dengan upaya memperkuat daya saing produk lokal. Dengan demikian, batik tidak hanya menjadi warisan yang dijaga, tetapi juga mampu berkembang sebagai komoditas ekonomi kreatif.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Agni Asmara Megatrah, menjelaskan bahwa BALOS 2026 memiliki sejumlah tujuan, mulai dari memperkenalkan motif batik khas Lumajang, mendorong inovasi dan kolaborasi lintas sektor, hingga meningkatkan penggunaan batik lokal.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempromosikan pariwisata daerah melalui pengembangan ekonomi kreatif. Keterlibatan pembatik, desainer, pelaku UMKM, komunitas, dan pemerintah diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri batik lokal.
Selain peragaan busana batik, BALOS 2026 menghadirkan pameran produk ekonomi kreatif dan UMKM. Melalui kegiatan ini, para pelaku usaha memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka secara langsung kepada pengunjung.
Pameran tersebut sekaligus menunjukkan bahwa potensi ekonomi kreatif Lumajang tidak hanya bertumpu pada batik, tetapi juga mencakup beragam produk lokal yang dapat dikembangkan dan dipasarkan secara lebih luas.
Kedepan, pengembangan batik Lumajang membutuhkan langkah berkelanjutan, termasuk menjaga konsistensi kualitas, menciptakan desain yang menarik, memperbaiki kemasan, serta memanfaatkan platform digital sebagai sarana pemasaran.
Melalui penyelenggaraan BALOS 2026 dan dukungan berbagai pihak, batik khas Lumajang diharapkan semakin dikenal oleh masyarakat luas. Pengembangan ini tidak hanya memperkuat identitas budaya daerah, tetapi juga membuka peluang bagi pertumbuhan UMKM dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
