Piodalan Pura Mandhara Giri Semeru Agung Resmi Ditutup, Dihadiri 10 Ribu Umat dari Berbagai Daerah

Piodalan Pura Mandara Giri Semeru Agung (10/07). Foto: Visit Lumajang

Piodalan Pura Membawa Manfaat Ekonomi Warga Senduro Lumajang

Selain itu, para pemedek juga membeli berbagai kebutuhan, mulai dari makanan, minuman, hingga aneka oleh-oleh dan produk lokal yang dijual oleh masyarakat setempat.

"Umat yang datang dari luar daerah, seperti Sumatera dan wilayah lainnya, menginap di rumah-rumah penduduk dan membeli makanan maupun oleh-oleh. Kondisi ini tentu memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat di Kecamatan Senduro," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Lumajang, Teguh Widodo, menyampaikan apresiasi atas kehadiran umat Hindu dari berbagai daerah yang mengikuti persembahyangan di Pura Mandhara Giri Semeru Agung.

Ia mengaku bersyukur karena semeton atau saudara-saudara umat Hindu dari Bali, Lampung, Sumatera, dan berbagai wilayah di Indonesia turut menyukseskan pelaksanaan piodalan tahun 2026.

Menurut Widodo, antusiasme umat yang datang menunjukkan kuatnya ikatan spiritual dan kebersamaan umat Hindu dari berbagai daerah dengan Pura Mandhara Giri Semeru Agung.

Ia memperkirakan jumlah umat yang hadir untuk tangkil atau bhakti penganyar selama rangkaian piodalan mencapai sekitar 10 ribu orang yang datang secara bertahap bergantian.

"Jumlah umat Hindu yang tangkil atau bhakti penganyar pada piodalan tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 10 ribu jiwa," katanya.