Menelusuri Sejarah Situs Biting di Lumajang yang Penuh Kejayaan Masa Lalu

Reruntuhan Situs Biting di Kutorenon Sukodono Lumajang. Foto: Istimewa

Situs Biting Lumajang menyimpan kisah menarik tentang kejayaan masa lampau yang masih bisa dirasakan hingga kini. Tempat ini masih punya suasana sejarah yang kuat.

Terletak di wilayah yang strategis, situs ini menjadi saksi bisu peradaban kuno yang pernah berkembang di Nusantara. Dari lokasinya sudah tampak kalau kawasan ini punya peran penting.

Dengan keunikan dan nilai historisnya, Situs Biting menjadi daya tarik bagi siapa saja yang ingin mengenal jejak budaya masa lalu, cocok untuk pelajar yang ingin melihat peninggalan sejarah secara langsung.

Sejarah Situs Biting Lumajang mencerminkan kejayaan peradaban masa lalu di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. Dengan luas sekitar 135 hektar, menunjukkan luasnya wilayah Kerajaan Lamajang pada zamannya.

Salah satu bagian paling mencolok adalah tembok benteng sepanjang 10 kilometer dengan tinggi 10 meter. Situs ini dulu menjadi ibukota Kerajaan Lamajang Tigang Juru di bawah kepemimpinan Prabu Arya Wiraraja.

Penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta membagi kawasan ini menjadi enam blok. Dalam kitab Negarakertagama disebut sebagai Arnon, dan nama Biting berasal dari bahasa Madura yang berarti benteng.

Sayangnya, pada tahun 1995 sebagian kawasan Situs Biting rusak akibat pembangunan Perumnas. Insiden ini mengingatkan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan sejarah agar masih bisa dirasakan hingga kini.