Di Ruang Kelas Sekolah di Negeri China, Nama Lumajang Bergema
Darrell Ozora saat presentasi di kelasnya. Foto: IstimewaPenyambung Cerita Tentang Keindahan Lumajang
"Ketika generasi muda mencintai daerahnya, mereka akan menjadi penyambung cerita tentang Lumajang di mana pun mereka berada," tambahnya.
Tumpak Sewu dalam kisah ini bukan hanya tentang destinasi wisata alam yang memesona. Ia menjadi simbol bahwa sebuah daerah dapat dikenal dunia melalui hal-hal sederhana.
Melalui cerita yang tulus, rasa bangga terhadap asal-usul, dan semangat untuk memperkenalkan identitasnya kepada orang lain.
"Pemuda keren itu mencintai Lumajang dengan memberitakan yang baik tentang Lumajang," tegas Bunda Indah.
Dari sebuah ruang kelas di China, Lumajang hadir dalam percakapan lintas bangsa. Sebuah pengingat bahwa di tengah dunia yang semakin global, identitas lokal justru memiliki ruang yang semakin luas untuk dikenal dan diapresiasi.
Karena sejatinya, setiap anak muda yang membawa cerita baik tentang daerahnya bukan hanya sedang memperkenalkan sebuah tempat.
Mereka sedang menjadi duta yang menyalakan kebanggaan, memperluas jejaring, dan membuka jalan agar dunia mengenal Lumajang lebih dekat.
