Kaki Gunung Semeru Lumajang Jadi Latar Utama Film Horor Lastri, Arwah Kembang Desa
Jembatan ikonik di aliran lahar Semeru. Foto: IstimewaLatar Dramatis Ikonik di Aliran Lahar Semeru
Selain itu, tim produksi juga memanfaatkan jembatan aliran lahar di kawasan terdampak aktivitas vulkanik Gunung Semeru.
Struktur jembatan yang membentang di atas jalur material vulkanik memberikan latar dramatis sekaligus memperkuat kesan keterasingan para tokoh dalam cerita.
Hamparan pasir vulkanik khas Semeru turut menjadi salah satu elemen visual penting dalam film ini.
Medan pasir hitam yang luas menciptakan suasana gersang dan sunyi yang mendukung sejumlah adegan penting. Keunikan lanskap tersebut dinilai tidak dapat ditemukan di lokasi lain.
Pihak produksi menegaskan bahwa alam Lumajang tidak hanya berfungsi sebagai latar tempat semata. Keberadaan bukit, pasir vulkanik, hingga kawasan lahar dingin dirancang menjadi bagian yang hidup dalam alur cerita dan memengaruhi perjalanan para tokohnya.
Melalui perpaduan kisah tragedi masa lalu, dendam yang belum terselesaikan, serta keindahan alam kaki Gunung Semeru, Lastri: Arwah Kembang Desa diharapkan mampu menghadirkan pengalaman horor yang berbeda bagi penonton Indonesia.
Film yang dibintangi Audy Bella, Hana Saraswati, Gary Iskak, Yama Carlos serta melibatkan beberapa talenta lokal Lumajang ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 16 Juli 2026.
