Kaki Gunung Semeru Lumajang Jadi Latar Utama Film Horor Lastri, Arwah Kembang Desa
Lanskap pemandangan Teras Semeru Pronojiwo Lumajang. Foto: Istimewa/Abelle PicturesPotret Kehidupan Desa di Lereng Semeru dengan Potensi Pasir
Arwah tersebut dikenal masyarakat dengan nama Lastri, seorang perempuan yang semasa hidupnya dikenal sebagai kembang desa di Kampung Bandeng.
Lastri menikah muda dengan seorang juragan tambang pasir bernama Turenggo. Kehidupan rumah tangga mereka memicu kecemburuan dan iri hati sejumlah warga, termasuk Darman, seorang pengusaha tambang pesaing Turenggo.
Konflik semakin memuncak ketika berbagai fitnah dan kabar buruk disebarkan kepada masyarakat. Atmi yang pada masa mudanya menyimpan perasaan kepada Turenggo ikut terlibat dalam upaya menjatuhkan Lastri.
Tekanan sosial yang terus terjadi membuat Lastri putus asa hingga akhirnya memilih mengakhiri hidupnya. Setelah kematiannya, arwah Lastri dipercaya masih menghuni kawasan sekitar makamnya.
Masyarakat setempat meyakini bahwa sosok tersebut dapat memberikan pertolongan kepada orang yang membutuhkan, namun juga menghantui mereka yang memiliki niat buruk atau terlibat dalam masa lalunya.
Salah satu lokasi utama yang digunakan dalam proses syuting adalah kawasan Teras Semeru. Destinasi wisata alam ini menyuguhkan panorama pegunungan dengan hamparan hijau yang luas.
Kondisi geografis yang berkabut dan berbukit menghadirkan kesan sunyi sekaligus mencekam yang mendukung suasana film.
