Melalui Kejuaraan Pencak Silat, Lumajang Perkuat Nilai Budaya dan Nasionalisme

Indah - Yudha saat membuka Kejuaraan Pencak Silat Arya Wiraraja Island Van Java (07/02). Foto: Visit Lumajang

Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan bahwa pelestarian pencak silat memiliki makna strategis dalam menjaga keaslian budaya nasional di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi.

Pencak silat tidak hanya diposisikan sebagai olahraga, tetapi juga sebagai warisan budaya bangsa yang memuat nilai-nilai luhur dan identitas nasional yang harus terus dirawat, terutama oleh generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Bupati Indah saat membuka Kejuaraan Pencak Silat Arya Wiraraja Island Van Java Tahun 2026 di GOR Wira Bakti Lumajang, Sabtu 7 Februari 2026.

Menurutnya, kejuaraan pencak silat merupakan medium yang efektif untuk menanamkan nilai budaya, karakter, dan nasionalisme di tengah tantangan perubahan zaman.

"Di tengah arus globalisasi dan modernisasi, pencak silat menjadi salah satu benteng budaya bangsa. Melalui kejuaraan seperti ini, generasi muda tidak hanya berlatih fisik dan teknik, tetapi juga belajar tentang disiplin, penghormatan, persaudaraan, dan cinta tanah air," ujar Bunda Indah.

Ia menilai, kejuaraan pencak silat memiliki peran ganda, yakni sebagai ajang pembinaan prestasi sekaligus sarana edukasi budaya.

Dalam arena pertandingan, nilai-nilai tradisi diwariskan secara nyata, sehingga pencak silat tetap hidup dan relevan dengan perkembangan zaman.