Pengerupukan Nyepi di Senduro Berlangsung Meriah, Sebanyak 15 Ogoh-Ogoh Diarak Penuh Makna

Pembakaran ogoh-ogoh di lapangan Pura MGSA Senduro (18/03). Foto: Visit Lumajang

Nyepi 2026 di Momen Ramadan, Dekat Idulfitri

Sementara itu, Tawur Agung Kesanga bertujuan untuk menyucikan alam semesta. Baik Buana Alit maupun Buana Agung diharapkan kembali dalam keadaan seimbang dan harmonis.

Memasuki Hari Raya Nyepi, umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian selama 24 jam.

Empat pantangan tersebut meliputi Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan, dan Amati Lelanguan.

Budiono juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut.

Ia menyebut partisipasi warga, termasuk umat Muslim di wilayah Senduro, menjadi bukti nyata kerukunan yang terjalin dengan baik.

Setelah Nyepi, rangkaian perayaan akan dilanjutkan dengan Ngembak Geni dan Darma Santi.

Momentum ini sekaligus memperkuat nilai toleransi, terlebih karena perayaan Nyepi tahun ini berdekatan dengan Hari Raya Idulfitri di Kabupaten Lumajang.