Tempe Wedok Lumajang Tembus Program MBG, Bukti Produk Desa Mampu Naik Kelas

Grebeg Tempe Wedok di Labruk Kidul Sumbersuko (15/06). Foto: Humas Lumajang

Dari dapur-dapur sederhana di Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, lahir sebuah produk yang kini mulai mendapat tempat di pasar yang lebih luas.

Tempe Wedok, makanan khas yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat, kini menunjukkan bahwa produk desa mampu menembus peluang yang lebih besar dan memberikan manfaat ekonomi bagi banyak orang.

Perjalanan Tempe Wedok bukan sekadar kisah tentang olahan pangan tradisional. Di balik setiap proses pembuatannya, terdapat semangat masyarakat untuk menjaga kualitas, mempertahankan cita rasa khas, dan terus beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang berkembang.

Kini, upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Tempe Wedok asal Labruk Kidul menjadi salah satu produk yang dilibatkan dalam penyediaan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah langkah yang membuka peluang baru bagi penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau yang akrab disapa Bunda Indah, menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa produk-produk yang lahir dari desa memiliki kemampuan untuk bersaing apabila dikelola secara serius dan memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan.

Hal itu disampaikan saat menghadiri Grebek Tempe Wedok 2026 yang digelar di Desa Labruk Kidul, Senin 15 Juni 2026.

Menurut Bunda Indah, keberhasilan Tempe Wedok tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Labruk Kidul, tetapi juga menjadi contoh nyata bahwa UMKM lokal memiliki peluang besar untuk berkembang apabila terus meningkatkan kualitas produk, kapasitas produksi, serta kemampuan memenuhi kebutuhan pasar.