Catatan Hari Puisi Indonesia: Puisi Sebagai Alat Pemersatu dan Toleransi

7 Oktober 2018 17:41 Media Partner
Catatan Hari Puisi Indonesia: Puisi Sebagai Alat Pemersatu dan Toleransi Hari Puisi Indonesia di Banjarmasin via @kartiniayuwa

Hari Puisi Indonesia Internasional Banjarmasin 2018 diperingati dan diselenggarakan di Kota Seribu Sungai, Banjarmasin. Dipusatkan di Menara Pandang Siring, Kota Banjarmasin, 5 - 7 Oktober 2018.

Sebanyak 200 penyair, sastrawan nasional dan internasional diundang hadir dalam acara tersebut. Delegasi yang hadir di antaranya Malaysia, Italia, Singapura, Indonesia, Brunei Darussalam, Vietnam dan Maroko. Tiga belas dari kota luar Banjarmasin se-Indonesia.

Hadir pula pada acara tersebut penyair Zawawi Imron dari Sumenep Madura, Sutardji Calzoum Bachri, juga aktris ibukota Olivia Zalianti. Dan tentunya beberapa peserta dari kota Banjarmasin sendiri.

Sebagai awal acara 5 Oktober sore hari, seluruh peserta dari luar Banjarmasin diajak untuk wisata kuliner di Warung Batang tepi sungai Martapura, bersama Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, hingga menjelang Maghrib. Selanjutnya malam pembukaan yang dilaksanakan di Rumah Anno (rumah adat Banjarmasin).

Hiburan Musikalisasi Puisi oleh beberapa mahasiswa dari Sanggar Bulu Perindu dengan judul Akulah Sungaimu, Kotaku karya Zulfaisal Putera, turut mewarnai di malam pembukaan Hari Puisi Indonesia Internasional Banjarmasin.

Kartini Ayu W. 593
#Nasional #Media Partner #Gatra Semeru #Internasional #Sastra Lumajang

© 2018 visitlumajang.com