Air Terjun Sarun, Pesona di Kaki Gunung Semeru yang Asik Buat Piknik
Air Terjun Sarun Senduro. Foto: Visit LumajangFasilitas Minim, Belum ada Pengelolaan Profesional Air Terjun Sarun
Rasa lelah selama perjalanan akan langsung terbayar ketika suara gemuruh air mulai terdengar dan siluet air terjun tampak dari balik pepohonan. Karena masih dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat, fasilitas di kawasan wisata ini masih terbilang sederhana.
Hingga saat ini belum ada tiket masuk resmi untuk menikmati keindahan Air Terjun Sarun. Pengunjung biasanya hanya dikenakan biaya parkir kendaraan sekitar Rp5 ribu sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan wisata oleh warga.
Wisatawan yang berkunjung juga disarankan untuk membawa bekal makanan dan minuman sendiri karena jumlah warung di sekitar lokasi masih sangat terbatas.
Selain itu, pengunjung dianjurkan menggunakan sandal gunung atau sepatu dengan alas yang tidak licin, terutama saat musim hujan karena beberapa titik jalur bisa menjadi basah dan cukup licin.
Waktu terbaik untuk menikmati Air Terjun Sarun adalah pada pagi hingga siang hari ketika cuaca cerah. Selain dapat menikmati panorama secara maksimal, cahaya matahari juga membuat pemandangan air terjun terlihat semakin indah untuk diabadikan melalui kamera.
Air Terjun Sarun menjadi bukti bahwa Lumajang memiliki banyak kekayaan alam yang belum sepenuhnya terpetakan.
Keasrian alam, kesegaran air pegunungan, dan ketenangan yang ditawarkan menjadikan destinasi ini sebagai pilihan tepat bagi siapa saja yang ingin menikmati sisi lain keindahan kaki Gunung Semeru.
