Bromo Ditutup, Kunjungan Turis Asing ke Tumpak Sewu Naik hingga 40 Persen

Wisatawan asing di air terjun Tumpaksewu. Foto: IG/bbbestie

Penutupan kawasan wisata Gunung Bromo akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membawa dampak terhadap kunjungan wisatawan mancanegara ke destinasi lain di Jawa Timur.

Salah satu destinasi yang merasakan peningkatan kunjungan tersebut adalah air terjun Tumpak Sewu di Kabupaten Lumajang. Sejak Bromo ditutup sementara, jumlah wisatawan asing yang datang ke Tumpaksewu mengalami kenaikan cukup signifikan.

Salah satu pengelola Tumpaksewu, Dwi Rumanto, mengatakan kunjungan wisatawan mancanegara meningkat sekitar 30 hingga 40 persen dibandingkan kondisi normal.

"Kunjungan wisatawan melonjak antara 30-40 persen semenjak Bromo ditutup, utamanya yang dari luar negeri," kata Dwi, Rabu 12 Agustus 2026.

Dalam kondisi normal, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Tumpak Sewu berkisar antara 100 hingga 200 orang setiap hari.

Peningkatan tersebut terjadi setelah banyak wisatawan asing yang sebelumnya memasukkan Bromo dalam rencana perjalanan harus mencari destinasi alternatif akibat penutupan kawasan.

Dwi menyebut, wisatawan yang datang ke Tumpak Sewu kini berasal dari berbagai negara. Kondisi tersebut membuat karakter kunjungan wisatawan mancanegara menjadi semakin beragam.