Dari Dasawisma untuk Lumajang, Kolaborasi PKK Menguatkan Pembangunan Berbasis Keluarga
Rapat Kerja TP PKK Kabupaten Lumajang di Pendopo Arya Wiraraja (30/06). Foto: Humas LumajangPembangunan daerah tidak selalu dimulai dari kebijakan berskala besar. Di Kabupaten Lumajang, perubahan justru dibangun dari pondasi yang paling mendasar, yakni keluarga.
Melalui peran aktif kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang hadir hingga tingkat RT dan kelompok dasawisma, berbagai program pemerintah dapat tersampaikan sekaligus diimplementasikan secara langsung di tengah masyarakat.
Komitmen tersebut menjadi fokus dalam Rapat Koordinasi dan Rapat Kerja Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Lumajang yang digelar di Gedung Panti PKK dan Pendopo Arya Wiraraja, Selasa 30 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara TP PKK dengan perangkat daerah agar program pemberdayaan keluarga semakin terintegrasi dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke lapisan paling bawah.
Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa kekuatan PKK terletak pada jaringan kader yang tersebar luas di setiap wilayah.
Menurutnya, keberadaan kader bukan hanya sebagai pelaksana program, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan masyarakat di tingkat keluarga.
"Sejatinya PKK memiliki kekuatan yang luar biasa karena kader-kader kita hadir di setiap RT bahkan hingga kelompok dasawisma. Potensi inilah yang harus kita optimalkan agar setiap program benar-benar menyentuh masyarakat dan memberikan manfaat yang nyata," ujarnya.
