Dilema Lereng Semeru: Ketika Keengganan Pindah Melawan Bahaya

Kondisi Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo setelah erupsi Semeru 19 November 2025 lalu. Foto: Dok. Visit Lumajang

Pemerintah menetapkan zona merah di lokasi terdampak lahar Semeru, namun para penduduk enggan pindah.

Padahal, pemerintah sudah menyiapkan tempat tinggal yang lebih aman.

Ini yang acap kali kita dengar setiap gunung beraktivitas ekstrem, apalagi muntahannya sampai memakan korban.

Dari sisi kebencanaan, sepatutnya memang harus siap meninggalkan tanah leluhur ini.

Namun, dari sisi manusia, mengutip dari tulisan Mas Kyai Dwy Sadoellah Sidogiri, "Manusia tidak selalu takut pada kesulitan; kadang ia hanya takut menjadi pemula kembali."

Sejarah manusia sering kali diwarnai keteguhan mempertahankan tempat.

Leluhur kita, misalnya, menghadapi VOC yang mengawali perdagangan namun berakhir dengan upaya perebutan tanah secara paksa.