Festival Literasi Lumajang 2026 Bukan Sekadar Seremonial, Literasi Harus Bergerak ke Masyarakat

Festival Literasi Lumajang 2026 di Pendopo Arya Wiraraja (16/09). Foto: Visit Lumajang

Peran Literasi dalam Pembangunan Pengetahuan Masyarakat

Literasi juga dipandang sebagai bagian penting dalam membangun masyarakat yang memiliki pengetahuan, wawasan dan karakter. Masyarakat yang literat diharapkan mampu menciptakan lingkungan sosial yang aman, tertib, terbuka dan harmonis.

Karena itu, gerakan literasi tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan membaca buku.

Literasi harus mampu mendorong masyarakat untuk terus belajar, mengembangkan keterampilan, memanfaatkan teknologi dan mengubah pengetahuan menjadi inovasi yang memberikan manfaat.

Pemkab Lumajang juga mendorong perpustakaan agar terus bertransformasi. Perpustakaan tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat menyimpan dan membaca buku, tetapi harus menjadi ruang belajar, kreativitas, kebudayaan dan pemberdayaan masyarakat.

Konsep tersebut sejalan dengan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Melalui pendekatan ini, perpustakaan diharapkan mampu menjadi ruang yang terbuka dan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk belajar, berkreasi, mengembangkan keterampilan hingga meningkatkan kualitas hidup.

Anak-anak, pelajar, keluarga, pemuda, perempuan, komunitas hingga masyarakat umum diharapkan dapat memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang untuk mendapatkan pengetahuan sekaligus mengembangkan potensi.