Makna Grebeg Suro Desa Sumbermujur Candipuro Lumajang, Wujud Syukur atas Kelimpahan Mata Air

Grebeg Suro di Hutan Bambu Desa Sumbermujur Candipuro (16/06). Foto: Istimewa

Nilai Warisan Leluhur Untuk Keberlanjutan Lingkungan

Nilai-nilai yang diwariskan leluhur ternyata sejalan dengan upaya modern dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.

Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim, kerusakan lingkungan, dan berkurangnya ketersediaan sumber air di berbagai wilayah, pesan yang dibawa Grebeg Suro terasa semakin penting untuk terus disuarakan.

Bahwa menjaga alam bukan hanya tugas pemerintah, pegiat lingkungan, atau kelompok tertentu semata. Menjaga alam adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari kesadaran masyarakat itu sendiri.

Ketika doa-doa selesai dipanjatkan, suasana yang semula khidmat perlahan berubah menjadi penuh kegembiraan. Warga berkumpul, bercengkerama, dan menikmati kebersamaan yang tercipta melalui tradisi tersebut.

Namun yang sesungguhnya dibawa pulang masyarakat hari itu bukanlah hasil bumi yang tersusun di atas gunungan. Mereka membawa pulang pesan yang telah diwariskan selama bertahun-tahun: bahwa air harus dijaga, alam harus dirawat, dan rasa syukur harus terus mengalir sebagaimana mata air yang tidak pernah berhenti memberi kehidupan.

Di kaki Gunung Semeru, pesan itu tidak tertulis dalam prasasti ataupun monumen. Ia hidup dalam tradisi, tumbuh dalam kesadaran masyarakat, dan mengalir bersama mata air yang selama ini menjadi sumber kehidupan mereka.

Dan selama mata air itu tetap dijaga, selama masyarakat masih merawat warisan budaya yang dimiliki, Grebeg Suro akan terus menjadi pengingat bahwa hubungan manusia dengan alam bukan sekadar kebutuhan hidup, melainkan bagian dari jati diri yang harus diwariskan kepada generasi yang akan datang.