Makna Grebeg Suro Desa Sumbermujur Candipuro Lumajang, Wujud Syukur atas Kelimpahan Mata Air
Grebeg Suro di Hutan Bambu Desa Sumbermujur Candipuro (16/06). Foto: IstimewaGrebeg Suro Sebagai Pelestarian Budaya
Menurutnya, tradisi ini memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding sekadar pelaksanaan ritual tahunan. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, gotong royong, kepedulian lingkungan, dan penghormatan terhadap sumber kehidupan yang selama ini menopang masyarakat.
Hal tersebut terlihat dari besarnya keterlibatan warga dalam setiap tahapan kegiatan. Anak-anak, remaja, pemuda, kelompok seni, tokoh masyarakat, hingga para sesepuh desa bergotong royong menyiapkan seluruh rangkaian acara.
Mereka bersama-sama menyusun gunungan, membersihkan area mata air, mengatur jalannya prosesi, hingga memastikan tradisi dapat berjalan dengan baik dan tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kehadiran generasi muda menjadi pemandangan yang menarik. Di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi, mereka tetap menunjukkan antusiasme untuk terlibat dalam tradisi yang diwariskan para leluhur.
Pemandangan tersebut menjadi bukti bahwa budaya tidak akan pernah kehilangan tempat selama masyarakat masih memahami nilai yang terkandung di dalamnya. Tradisi tetap hidup karena mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa kehilangan akar sejarahnya.
Lebih dari sekadar pelestarian budaya, Grebeg Suro juga menjadi cermin kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga sumber daya air. Kesadaran itu tumbuh secara alami melalui nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Dalam konteks yang lebih luas, apa yang dilakukan masyarakat Sumbermujur menunjukkan bahwa kearifan lokal memiliki relevansi yang sangat kuat dengan konsep pembangunan berkelanjutan.
