Makna Grebeg Suro Desa Sumbermujur Candipuro Lumajang, Wujud Syukur atas Kelimpahan Mata Air
Grebeg Suro di Hutan Bambu Desa Sumbermujur Candipuro (16/06). Foto: IstimewaFilosofi Gunungan dalam Kepercayaan Jawa
Gunungan tersebut menjadi gambaran nyata tentang hubungan erat antara manusia, tanah, air, dan hasil panen yang mereka nikmati sepanjang tahun.
Namun sesungguhnya, pusat penghormatan dalam tradisi ini bukanlah gunungan yang diarak maupun kemeriahan prosesi yang menyertainya. Tokoh utama yang dimuliakan masyarakat adalah mata air yang selama ini menghidupi desa.
Mata air itu telah ada jauh sebelum jalan-jalan desa dibangun dan sebelum kawasan ini dikenal sebagai destinasi wisata Hutan Bambu Sumbermujur.
Ia menjadi saksi perjalanan waktu, menyaksikan generasi demi generasi tumbuh, bekerja, dan membangun kehidupan di sekitar lereng Semeru.
Dari aliran air itulah sawah-sawah tetap produktif, tanaman tumbuh subur, dan kehidupan masyarakat berjalan dengan baik. Tak heran jika masyarakat memandang mata air sebagai warisan berharga yang harus dijaga bersama.
Kesadaran tersebut tidak hanya diwujudkan melalui tindakan menjaga lingkungan, tetapi juga hidup dalam berbagai tradisi yang diwariskan dari para leluhur. Salah satunya adalah Grebeg Suro yang terus dilaksanakan hingga hari ini.
Sumbermujur sendiri dikenal luas karena memiliki kawasan Hutan Bambu yang menjadi ikon desa. Kawasan hijau tersebut bukan hanya menawarkan keindahan alam bagi wisatawan, tetapi juga memiliki fungsi ekologis yang sangat penting sebagai daerah resapan air yang menjaga keberlangsungan mata air di sekitarnya.
