Salurkan Hobi Berkebun, Polisi Lumajang Sukses Kembangkan Melon Hidroponik Premium
Hasil panen melon hidroponik premium Aznintha Farm. Foto: Visit LumajangWisata Edukasi Tanam dan Petik Melon di Aznintha Farm Lumajang
"Panen terakhir kemarin tembus sekitar 600 kg melon, setelah dipotong modal tanam dan perawatan, keuntungan bersihnya bisa 10 jutaan," ungkapnya.
Melon hidroponik menjadi pilihan karena masa panen yang relatif singkat. Dalam kondisi optimal bahkan dalam 2,5 bulan bisa dipanen, berbeda dengan melon biasa.
Selain itu, diungkapkan As'ad, melon hidroponik yang dikembangkan dalam greenhouse juga minim pestisida.
"Kelemahannya paling di risiko jamur terutama saat musim penghujan, karena itu saya masih terus belajar ke ahli tanaman dan terus mencoba beberapa treatment tanaman agar lebih optimal," imbuhnya.
Bersama sang istri pula, Aznintha Farm juga mengembangkan wisata petik melon dan edukasi tanaman melon, untuk anak, siswa hingga masyarakat umum.
"Sudah ada beberapa TK yang berkunjung ke sini untuk mencoba farm tour di tempat kami, anak-anak tersebut diajak berkeliling kebun, belajar menanam sampai memetik melon," kata As'ad.
Dengan hobi bercocok tanam seperti ini, As'ad mengaku bisa menjadi perantara rezeki untuk tetangga dan beberapa pekerja yang membantunya, selain turut mendukung program ketahanan pangan yang diserukan pemerintah.
