Senduro, Desa di Kaki Semeru yang Menyimpan Jejak Sejarah dan Keberagaman Budaya

Diskusi pemuda di Situs Selogending, Kandangan, Senduro. Foto: Dok. Visit Lumajang

Persinggahan Perjalanan Menuju Semeru

Pada masa itu, wilayah tersebut disebut menjadi salah satu tempat persinggahan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan menuju kawasan Gunung Semeru.

Seiring berjalannya waktu, kawasan persinggahan tersebut berkembang menjadi permukiman.

Kehidupan masyarakat mulai terbentuk, hubungan sosial semakin erat, dan tradisi yang dibawa para leluhur tumbuh menjadi bagian dari identitas warga setempat.

Nama Senduro juga memiliki kisah yang menarik untuk ditelusuri. Dalam Buku Tradisi Leluhur Nusantara karya Mulyono (2001:45), nama Senduro dikaitkan dengan kata Sundoro yang merujuk pada seorang pangeran dari Kesultanan Mataram.

Kisah tersebut menjadi salah satu bagian dari narasi sejarah yang dikenal dalam perjalanan penamaan wilayah ini.

Dalam perkembangannya, kehidupan masyarakat Senduro turut dipengaruhi oleh beragam kebudayaan dan kepercayaan.

Jejak pengaruh Hindu-Buddha hingga Islam menjadi bagian dari perjalanan sosial masyarakat yang berlangsung dari masa ke masa. Salah satu peninggalan yang kerap dikaitkan dengan sejarah kawasan Senduro adalah Situs Selogending.