BLT DBHCHT 2026 Disalurkan ke 4.293 Warga Lumajang, Masing-masing Terima Rp600 Ribu

Kepala Dinsos P3A saat dimintai keterangan. Foto: Humas Lumajang

Pelibatan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI)

Proses tersebut turut melibatkan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), terutama dalam pendataan dan verifikasi kelompok penerima yang berkaitan dengan sektor tembakau.

"Untuk mekanismenya, kami melakukan pendataan dan verifikasi yang bekerja sama dengan APTI. Pemberiannya digunakan di bulan ini," jelasnya.

Setelah data dinyatakan sesuai, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap berdasarkan jadwal yang telah disusun oleh pemerintah. Penyaluran tidak dipusatkan hanya di satu lokasi. Dinsos P3A berupaya menentukan titik penyaluran yang lebih dekat dengan tempat tinggal penerima.

Langkah tersebut dilakukan untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses bantuan, sekaligus mengurangi beban perjalanan bagi penerima yang berada di wilayah berbeda.

"Kita lakukan secara bertahap dan terjadwal. Kita dekatkan dengan rumah masing-masing sampai dengan awal Oktober," kata Indriono.

Penyaluran BLT DBHCHT 2026 ditargetkan berlangsung hingga awal Oktober. Masyarakat penerima akan mengikuti jadwal yang telah ditentukan sesuai tahapan penyaluran.

Program ini diharapkan dapat memberikan tambahan dukungan bagi masyarakat, khususnya mereka yang menggantungkan penghasilan dari sektor tembakau, masyarakat kurang mampu, serta warga yang masih terdampak kondisi pascaerupsi Gunung Semeru.