Bumikan Marhaenisme di Era Modern, GMNI ITB Widya Gama Gelar Refleksi Harlah Bung Karno di Aula KPU Lumajang

Panitia nonbar GMNI di Aula KPU Lumajang (15/06). Foto: Visit Lumajang

Memperingati Hari Lahir (Harlah) Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ITB Widya Gama Lumajang menggelar refleksi kebangsaan.

Kegiatan yang mengusung tema besar Membumikan Marhaenisme di Era Modern ini berlangsung khidmat di Aula Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lumajang pada Senin 15 Juli 2026.

Acara ini dihadiri oleh puluhan kader GMNI, perwakilan organisasi kepemudaan, serta aktivis mahasiswa di Lumajang.

Kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa Bung Karno. Kemudian di lanjut pemutaran film dokumenter bertajuk Menguak Fakta di Balik Konflik Pecahnya Dwitunggal Soekarno - Hatta.

Pecahnya duet Soekarno - Hatta biasa merujuk pada peristiwa politik tahun 1956 ketika Mohammad Hatta resmi mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden karena perbedaan prinsip dengan Presiden Soekarno.

Kisah perjalanan persahabatan, kerjasama, hingga dinamika politik yang membuat Dwitunggal ini berpisah tercatat dalam sejarah dan digambarkan di beberapa film dokumenter.

Nonton bareng (nobar) ini sengaja dipilih untuk memberikan sudut pandang objektif kepada generasi muda mengenai dinamika politik masa lalu, sekaligus memetik pelajaran berharga tentang kedewasaan berpolitik demi keutuhan bangsa.