Ranu Pani Jadi Saksi, Perempuan Jadi Pilar Ketahanan Sosial dalam Pembangunan Lumajang
Forum Perempuan Perdamaian di Ranupani (30/03). Foto: Visit LumajangPeran Perempuan dalam Pembangunan di Kabupaten Lumajang
Dalam dinamika sosial yang terus berkembang, perempuan juga dituntut mampu beradaptasi dan mengambil peran dalam penguatan ekonomi keluarga, ketahanan pangan, hingga pelestarian lingkungan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Lumajang, Indriono Krishna Murti, menilai bahwa kualitas relasi sosial merupakan fondasi utama dalam pembangunan berkelanjutan.
"Ketahanan sosial dibangun dari relasi yang kuat, saling percaya, dan penuh empati. Di sinilah perempuan menjadi penjaga nilai dan perajut harmoni dalam kehidupan bermasyarakat," ungkapnya.
Ia menambahkan, perempuan memiliki kemampuan komunikasi yang inklusif serta pendekatan persuasif dalam menyelesaikan persoalan sosial, sehingga berperan penting dalam mencegah konflik di tingkat lokal.
Dalam forum tersebut, Pemkab Lumajang juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Asian Muslim Action Network (AMAN) melalui program Sekolah Perempuan Perdamaian (SPP).
Saat ini, sebanyak 56 SPP telah berkembang di tujuh provinsi dan berkontribusi dalam meningkatkan partisipasi perempuan dalam musyawarah desa, advokasi kebijakan, serta penguatan ekonomi melalui UMKM dan inisiatif sosial.
Sebelumnya, AMAN Indonesia juga telah melakukan audiensi dengan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, pada 24 Februari 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi program pemberdayaan perempuan di daerah.
