Ranu Pani Jadi Saksi, Perempuan Jadi Pilar Ketahanan Sosial dalam Pembangunan Lumajang
Forum Perempuan Perdamaian di Ranupani (30/03). Foto: Visit LumajangKeunikan Desa Ranupani Senduro Lumajang
Kegiatan yang berlangsung di Desa Ranupani juga menyoroti nilai-nilai keberagaman dan toleransi yang telah lama dijaga masyarakat setempat.
Desa ini dikenal sebagai wilayah yang menjunjung tinggi harmoni antarumat beragama sekaligus merawat tradisi budaya secara turun-temurun.
Peran perempuan di kawasan ini pun mendapat apresiasi. Mereka tidak hanya aktif dalam kehidupan sosial, tetapi juga berkontribusi besar dalam sektor pertanian, bahkan di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang.
"Perempuan di sini hebat-hebat, mereka turun ke ladang, merawat pertanian dengan baik di kawasan terjal, bahkan mengangkut hasil bumi dengan motor. Hal yang lazim dilakukan pria mampu dikerjakan perempuan di desa ini," ungkap Dewi Natalia Yudha.
Melalui forum ini, pemerintah berharap kolaborasi lintas sektor dapat terus diperkuat untuk mendorong praktik-praktik baik di masyarakat, mulai dari penguatan ketahanan keluarga hingga pengembangan ekonomi berbasis komunitas.
Pemkab Lumajang meyakini bahwa penguatan peran perempuan merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan.
Ketika perempuan berdaya, relasi sosial akan semakin kuat, kepercayaan antarwarga meningkat, dan stabilitas masyarakat dapat terjaga secara berkelanjutan.
