Ranu Pani Jadi Saksi, Perempuan Jadi Pilar Ketahanan Sosial dalam Pembangunan Lumajang

Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang di Forum Perempuan Perdamaian (30/03). Foto: Visit Lumajang

Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak semata diukur dari kemajuan infrastruktur, melainkan juga dari kualitas relasi sosial yang terbangun di tengah masyarakat.

Hal tersebut menjadi sorotan utama dalam Forum Perempuan Perdamaian 2026 yang digelar di Rest Area Ranu Pane, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Senin 30 Maret 2026.

Forum ini sekaligus mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam mendorong peran strategis perempuan sebagai penggerak harmoni sosial dan pembangunan berkelanjutan.

Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menekankan bahwa kekuatan pembangunan berakar dari keluarga sebagai unit sosial paling mendasar.

Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam membentuk nilai, karakter, serta kualitas relasi yang akan menentukan arah kehidupan masyarakat.

"Ketahanan keluarga adalah fondasi dari ketahanan sosial. Jika perempuan berdaya, maka keluarga akan kuat, dan dari sanalah lahir masyarakat yang harmonis dan damai," ujarnya.

Ia menjelaskan, perempuan tidak hanya berperan dalam ranah domestik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang menanamkan nilai kebersamaan, empati, dan toleransi. Nilai-nilai tersebut kemudian berkembang menjadi relasi sosial yang sehat di tingkat masyarakat.